Haldien Arundyna

dan aku mulai bertanya dalam hati ku sendiri sudahkah dia tidak mencintai aku

Selasa, 14 Juni 2011

pencegahan Pendarahan




Topik                                     : Pencegahan pendarahan
Sub Topik                             : Pencegahan pendarahan pada ibu hamil dan melahirkan
Hari/tanggal                        : Senin, 03 Desember 2011
Waktu                                    : 60 menit
Penyuluh/ pembicara       : Tim penyuluh
Pesarta/sasaran                 : wanita
 Karakteristik                      : wanita usia 20-35 tahun
Jumlah                                   : 20 orang

I.                   Tujuan umum :
Ø  meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan pendarahan pada ibu hamil

II.                Tujuan khusus :
Pada akhir pertemuan peserta dapat :
1.      Menjelaskan tentang pengertian Pencegahan pendarahan pada ibu hamil
2.      Menjelaskan penyebab terjadinya Pencegahan pendarahan pada ibu hamill
3.      Menjelaskan Gejala Pencegahan pendarahan pada ibu hamil
4.      Menjelaskan Dampak Pencegahan pendarahan pada ibu hamil
5.      Menjelaskan cara Pencegahan Pencegahan pendarahan pada ibu hamil

III.             Materi
1.      Pengertian pendarahan
2.      Penyebab 
3.      Tanda dan Gejala
4.      Pengobatan dan Penatalaksanaan


IV.              Metode                      : ceramah, Tanya jawab
V.                 Media                        : leaftlet, leptop LCD

VI.               Kriteria Evaluasi

1.   Evaluasi Struktur
·         Peserta hadir ditempat penyuluhan
·         Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di kantor balai desa kecamatan Pringgabaya
·         Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2.   Evaluasi Proses
·         Peserta  antusias terhadap materi penyuluhan
·         Peserta  tidak meninggalkan tempat penyuluhan
·         Peserta  mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
3.   Evaluasi Hasil
·         Peserta mengetahui tentang jenis pendarahani dan hal –hal apa saja yang dapat dilakukan dalam mencegah dan menanggulangi pendarahan
·         peserta hadir saat pertemuan

VII.           Jadwal Kegiatan
No
Tahapan
Waktu
Kegiatan
Penyuluh
Peserta
1
I
Pembukaan
09.00–09.15
a.       Membuka pertemuan dengan mengucapkan salam.
b.      Menjelaskan tujuan umum dan tujuan khusus.
c.       Menyampaikan kontrak waktu yang akan digunakan dan mendiskusikan nya dengan peserta.
d.      Memberikan sedikit gambaran informasi yang akan disampaikan.
1.   Menjawab salam.
2.   Memperhatikan
3.   Memperhatikan dan mendengarkan.
4.   Memperhatikan
2
II
Penyajian
09.20-09.45
Isi materi penyuluhan
a.       Menjelaskan pengertian pendarahan pada ibu hamil
b.      Menjelaskan penyebab pendarahan pada wanita hamil dan melahirkan
c.       Menjelaskan tentang upaya merencanakan kehamilan yang sehat
d.      Menjelaskan pencegahan pendarahan pada ibu hamil dan melahirkan
e.       Factor yang memicu pendarahan pada ibu hamil
Memperhatikan dan mendengarkan
3
III
Evaluasi
09.45-10.00
a.       Mengulang secara simultan materi yang telah disampaikan
b.      Memberikan pertanyaan kepada peserta secara lisan, dan bergantian.
1.      Mengajukan pertanyaan
2.      Menjawab pertanyaan
4
IV
Penutup
10.00-slsai
a.       Penyuluh memberikan ucapan terima kasih atas partisipasinya.
b.      Mengucapkan salam penutup

Menjawab salam

VIII.        Pengorganisasian
Pembicara/Fasilitator       :  Haldien Arundyna
Observer/Supervisor        :  Pembimbing pendidikan.
LAMPIRAN MATERI
I. Pendahuluan
Pendarahan adalah salah satu kejadian yang menakutkan selama kehamilan. Pendarahan ini dapat bervariasi mulai dari jumlah yang sangat kecil (bintik-bintik), sampai pendarahan hebat dengan gumpalan dan kram perut .
Pendarahan pada wanita hamil adalah salah satu hal paling ditakutkan. Kekhawatiran akan keadaan janin saat pendarahan, tentu menimbulkan kepanikan. Sebenarnya ada beberapa pendarahan yang tidak perlu dikhawatirkan.
Langsung memeriksakannya ke dokter memang solusi tepat jika terjadi pendarahan. Tetapi Anda juga harus tahu hal-hal apa saja yang bisa memicu terjadinya pendarahan. 
Pendarahan pada awal kehamilan tidak selalu Normal, tapi hal ini sering terjadi hampir pada 30% kehamilan. Dan separuh dari wanita yang mengalami pendarahan pada awal kehamilan dapat tetap meneruskan kehamilannya dan melahirkan bayi yang sehat.

Pendarahan dalam jumlah yang sangat sedikit / bintik-bintik pada awal kehamilan bisa merupakan hal yang normal yang disebut sebagai pendarahan karena implantasi embrio pada dinding rahim yang menyebabkan dinding rahim melepaskan sejumlah kecil darah biasanya terjadi sekitar kehamilan minggu ke 7-9 dan hanya terjadi satu atau dua hari saja.

Banyak wanita juga mendapatkan bintik/bercak pendarahan setelah hubungan seksual, atau mengangkat barang yang berat, atau karena aktivitas yang berlebihan hal ini karena servik mengandung lebih banyak pembuluh darah dan pelebaran pembuluh darah selama kehamilan ini. Untuk hal ini batasilah aktivitas anda sampai bercak pendarahan hilang.

Tetapi pendarahan atau bercak pendarahan selama trimester pertama kehamilan ini, dapat juga merupakan tanda ancaman keguguran. Ada dua hal medis yang harus dipertimbangkan ketika terjadi perdarahan pada trimester pertama kehamilan yaitu Keguguran atau Kehamilan Ektopik. Anda kemungkinan mengalami Keguguran jika perdarahan menjadi hebat ( lebih dari 1 gelas), biasanya sering disertai dengan kram perut. Kadang juga disertai keluarnya bekuan darah atau jaringan fetus. Sedangkan gejala untuk kehamilan ektopik adalah pendarahan vagina disertai rasa sakit perut bagian bawah pada satu sisi.

Walaupun, bercak pendarahan (spotting) pada trimester pertama kehamilan adalah hal yang tidak terlalu aneh (sering terjadi pada 30% kehamilan) tapi anda sebaiknya memberitahukan dokter anda tentang hal ini sehingga dokter dapat memonitor dan mengantisipasi komplikasi kehamilan lainnya .

II.  Materi Penyuluhan
1. Pengertian Pendarahan
Yang dimaksud dengan pendarahan adalah peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah karena pembuluh tersebut mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh benturan fisik, sayatan, atau pecahnya pembuluh darah yang tersumbat.
Berdasarkan letak keluarnya darah, pendarahan dibagi menjadi 2 macam, yaitu pendarahan terbuka dan pendarahan tertutup. Pada pendarahan terbuka, darah keluar dari dalam tubuh. Tekanan dan warna darah pada saat keluar tergantung dari jenis pembuluh darah yang rusak. Jika yang rusak adalah pembuluh arteri (pembuluh nadi), maka darah memancar dan berwarna merah terang. Jika yang rusak adalah pembuluh vena (pembuluh balik), maka darah mengalir dan berwarna merah tua. Jika yang rusak adalah pembuluh kapiler (pembuluh rambut), maka darah merembes seperti titik embun dan berwarna merah terang.
Pada pendarahan tertutup, darah keluar dari pembuluh darah dan mengisi daerah di sekitarnya, terutama dalam jaringan otot. Pendarahan ini dapat diidentifikasi dengan adanya memar pada korban.
Bentuk lain dari pendarahan tertutup adalah pendarahan dalam. Pada pendarahan dalam, darah yang keluar dari pembuluh darah mengisi rongga dalam tubuh, seperti rongga dalam perut. Pendarahan ini dapat diidentifikasi dari tanda-tanda pada korban, seperti:
·        setelah cidera korban mengalami syok, tapi tidak ada tanda-tanda pendarahan
·        tempat cidera mungkin terlihat memar yang terpola
·        lubang tubuh mungkin mengeluarkan darah

2.     Penyebab Perdarahan
Ada banyak penyebab perdarahan disebutkan dalam teori kebidanan,namun penyebab yang paling sering ditemukan pada ibu  dengan perdarahan. Secara sederhana  sebagai berikut  :
a)     Penyebab perdarahan pada masa kehamilan
·         Keguguran yang disengaja dan dilakukan oleh dukun, minum obat / ramuan jamu pengguguran kandungan secara sengaja.
·         Akibat pengguguran kandungan ini sering terjadi perdarahan hebat dan rahim menjadi cacat dan infeksi.
·         Kelainan letak tempat tertanamnya  ari – ari pada tempat yang menutupi jalan lahir ( plasenta previa ). Perdarahan akibat kelainan letak seperti ini tidak dapat lahir normal dan harus melalui operasi caesar. Tidak boleh dilakukan pemijatan kandungan pada dukun.
·         Lepasnya ari – ari sebelum bayi lahir ( solutio plasenta ), Perdarahan ini sanagt berbahaya bagi keselamatan ibu maupun bayi.Pertolongan persalinan dilakukan oleh dokter dan di rumah sakit.
·         Trauma fisik atau  akibat tindakan kekerasan pada daerah perut ibu hamil.
b)     Apa saja Penyebab perdarahan pada masa persalinan ?
·         Proses persalinan yang tidak aman ditolong dukun yang tak terlatih.
·         Usia ibu terlalu muda ( kurang dari 20 tahun ) Ibu yang hamil usia muda kondisi alat kandungan belum siap sehingga  mudah terjadi perdarahan
·         Ibu terlalu tua ( lebih dari 35 tahun ).Kondisi fisik ibu bila tidak terjaga kesehatannya akan beresiko terhadap kemungkinan perdarahan
·         Melahirkan anak dengan jarak terlalu dekat, kurang dari 2 tahun.
·         Terlalu sering melahirkan, misalnya ibu yang melahirkan lebih dari 3 kali
·         Kondisi kesehatan ibu akibat penyakit kronis dan anemia ( kurang darah ) dan gisi yang buruk
·         Gangguan pembekuan darah
·         Gangguan kelemahan kontraksi otot  rahim setelah bayi dan ari – ari lahir, dsb
3.     Upaya untuk  mencegah terjadinya perdarahan  pada saat kehamilan danpersalinan
a.      Perencanaan Kehamilan  Yang Sehat
·         Usia untuk perencanaan kehamilan yang  sehat dan aman antara umur 20 hingga dengan 35 tahun
·         Jarak kehamilan jangan terlalu dekat (  < 2 tahun )
·         Hati – hati pada perencanaan kehamilan ke 3 atau lebih.
·         Persiapan fisik ibu yang sehat gisi cukup, pengobatan penyakit, anemia dll sebelum hamil
·         Beri dukungan mental serta keterlibatan seluruh anggota keluarga
b.     Pada Saat Kehamilan
·         Persiapan menabung untuk biaya tak terduga selama kehamilan, misalnya terjadi komplikasi dan perlu tindakan operasi caesar atau  rujukan ke rumah sakit, maka tidak perlu penundaan  waktu karena memikirkan biaya. Bila memiliki fasilitas jaminan keluarga miskin siapkan sebaik baiknya sejak hamil.
·         Persiapan anggota keluarga yang sewaktu – waktu siap untuk donor darah
·         Perencanaan sarana transportasi darurat bila dibutuhkan
·         Pengobatan penyakit yang diderita selama hamil pada dokter
·         Tidak minum  ramuan yang berbahaya bagi ibu hamil, terutama pada kehamilan lewat waktu misalnya rendaman akar  tanaman  atau jamu untuk merangsang proses persalinan agar lebih cepat dan lancar.
·         Sangat tidak dianjurkan pijat pada dukun  selama kehamilan berlangsung. Bila bayi letak sungsang atau melintang jangan dibawa ke dukun untuk diputar atau diubah  posisinya. Tindakan ini sanagt berbahaya.
·         mencari pertolongan tenaga kesehatan bila menemukan  ibu hamil dengan perdarahan atau mengalami  hamil  dengan perdarahan dimanapun berada. Semakin cepat ibu mendapat pertolongan maka keselamatan jiwa ibu akan dapat ditolong.
·         Lakukan pemeriksaan secara teratur ke tenaga kesehatan minimal 4 kali selama kehamilan dan lakukan pemeriksaan USG minimal 1 kali selama masa kehamilan.
·         Kurangi risiko trauma pada ibu hamil — jangan berjalan terlalu jauh tanpa ada yang menemani dan hati-hati jika berjalan di atas permukaan yang licin.
·         Konsumsi makanan yang bergizi, terutama yang banyak mengandung asam folat dalam 3 bulan pertama kehamilan.
·         Ikutilah program Keluarga Berencana sehingga usia ibu pada saat hamil tidak terlalu tua dan jumlah anak serta jarak kehamilan dapat diatur.
·         Jika Anda telah mengetahui diri Anda menderita plasenta previa dan telah dilakukan operasi sesar pada kehamilan sebelumnya, Anda dapat mempelajari prosedurnya dan bersiap untuk proses persalinan.

c.      Pada saat persalinan:
·         Melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan baik bidan  atau dokter. Pada masa sekarang ini tenaga kesehatan baik bidan maupun dokter sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Keputusan melahirkanyang aman akan menetukan keselamatan jiwa ibu bersalin.
·         Pendampingan dari suami sebagai orang terdekat yang dapat memberi support  selama persalianan dan pengambil keputusan saat darurat.
·         Persiapan anggota keluarga bila sewaktu – waktu diperlukan untuk donor darah Kebutuhan darah pada ibu hamil tidak dapat diprediksi. Meskipun ibu hamil tampaknya sehat dan baik – baik saja selama kehamilan, kejadian perdarahan tak terduga bisa saja mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu sebaiknya ada anggota keluarga yang sudah disiapkan untuk dapat mendonorkan darah bila sewaktu – waktu diperlukan.
·         Persiapan kesehatan ibu jangan terlalu lelah agar persalinan dapat berlangsung lancar. Seorang ibu hamil, sebaiknya sungguh sungguh mempersiapakan kesehataan fisiknya menjelang saat persalinan.
·         Istirahat yang cukup akan sangat membantu. Pada saat proses persalinan dibutuhkan waktu yang tidak singkat, ada proses demi proses dan tahapan persalinan. Bila seorang ibu kelelahan selama persalinan, kondisi tubuhnya tidak sehat, maka akan mempengaruhi kontraksi dari rahim. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya perdarahan.
·         Segera menyusui bayi setelah bayi lahir, agar membantu kontraksi rahim ( proses mengecilnya kembali rahim ibu secara alami ) hisapan bayi pada puting susu ibu akan merangsang keluarnya hormon  oksitosin yang membantu mencegah terjadinya perdarahan )
Selain itu pencegahan dapat di lakukan oleh tenaga kesehatan dengan:
a.       memberikan obat uterotonika(untuk kontraksi rahim dalam waktu dua menit setelah melahirkan
b.      menjepit dan memotong tali pusar setelah melahirkan
c.       melakukan penekanan tali pusat terkendali sambil secara bersamaan melakukan tekanan terhadap rahim melalui perut
d.      memijat uterus juga dapat mengurangi pendarahan.
     

5. Hal Yang Memicu Pendarahan
a. Implantasi
Implantasi atau menempelnya embrio pada permukaan endometrium, adalah satu satu pemicu terjadinya pendarahan. Biasanya pendarahan terjadi di awal kehamilan, bisa berupa bercak atau gumpalan darah, terjadi antara 6-10 hari dan tidak terasa sakit. Ini merupakan hal wajar, tetapi beritahukan juga pada dokter Anda saat memeriksakan kehamilan.
b.   Seks
Selama kehamilan suplai darah ke leher rahim meningkat. Setelah Anda melakukan hubungan seks dengan suami biasanya muncul bercak darah, bisa berwarna merah muda, merah tua atau kecoklatan. Tidak perlu menghindari berhubungan seks, Anda hanya harus lebih berhati-hati saat melakukannya. 
c.    Keguguran
Pendarahan juga menjadi salah satu tanda terjadinya keguguran, terutama jika disertai rasa nyeri dan sakit. Pendarahan saat keguguran tidak selalu hebat, bisa berupa gumpalan saja. Biasanya keguguran juga disertai kejang dan kram pada perut.
d.   Infeksi
Pendarahan pada wanita hamil tidak selalu menjadi tanda terjadinya masalah pada kehamilan. Salah satu penyebabnya bisa juga karena infeksi pada vagina yang disebabkan bakteri. Bakteri bisa memicu infeksi dan terjadi pendarahan di bagian serviks.
e.       Masalah plasenta
Pendarahan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan bisa menjadi tanda terjadinya plasenta praevia, yaitu plasenta menutupi serviks serta menutupi jalan lahir. Bisa juga terjadi  placental abruption (keadaan plasenta yang terpisah dari uterus). Jika Anda melakukan pemeriksaan ultrasonografi, posisi plasenta bisa diketahui dan dokter bisa cepat mengambil tindakan.


III.  Penutup
1.     Kesimpulan
Di tinjau dari segi Kesehatan yaitu perdarahan selama kehamilan, maka banyak faktor yang menyebabkan pengurangan pemberdayaan wanita. Dan telah banyak pula hal-hal yang diberikan dalam cara-cara penanggulangannya di tinjau pula dari segi kesehatan sehingga keberdayaan wanita itu dapat pula  ditingkatkan dibelakang hari. Terutama pada generasi wanita yang akan datang.
Sebab dari sekian banyak kendala telah pula diberikan beberapa cara antisipasinya, sehingga betul-betul keberdayaan wanita itu akan bertambah ditinjau dari satu segi kesehatan yang begitu komplex.
Kematian ibu selama kehamilan ada tiga hal pokok yaitu, perdarahan selama kehamilan, pereklamsi,eklamsi dan infeksi. Tetapi yang kami ketengahkan, baru kematian ibu akibat perdarahan selama kehamilan dan penanggulangannya, untuk meningkatkan keberdayaan seorang wanita.
Diantaranya adalah abortus, mola hidatidosa, kehamilan ektopik yang terganggu, menstruasi dan kehamilan normal, kelainan lokal pada vagina dan servik seperti
varises, perlukaan, erosi, polip dan keganasan, partus prematus, solusio plasenta, inkopetensi servik, perdarahan ante partum seperti plasenta previa, dan lain-lain.
Untuk meningkatkan pemberdayaan wanita maka diharapkan setiap wanita yang mengalami perdarahan pervagina selama kehamilan seyogyanya harus memeriksakan diri ke dokter spesialis, untuk selanjutnya dapat ditangani olehnya begitupun bagi wanita sendiri (penderita), perlu mengetahui hari pertama haid terakhir, gejala dan tanda kehamilan, riwayat obstetri teruahulu, riwayat ginekologi seperti servisitis atau operasi, riwayat Keluarga Berencana, perdarahan kwalitas dan kwantitasnya dan lain-lain. Juga disamping itu perlu diketahui pemeriksaan penunjang seperti vaginal smear, USG, Test kehamilan, pemeriksaan hemoglobin, pemerisaan inkomtabiliti rhesus dan sistem ABC dan
lain-lain. Dengan demikian kita dapat yakin bahwa kesetaraan dengan pria ini, akan dapat terwujud ditinjau dari segi kesehatan.


DAFTAR PUSTAKA


a.       Cermin dunia kedokteran; ISSN 0125-913X, 1966, 32-35
b.      Harahap R.E., WIKJOSASTRO G.H., Perdarahan dalam kehamilan, Penerbit Yayasan Dharma Graha, Anonymous, 3-16
c.       Nardho Gunawan., Kebijaksanaan Dep.Kes. RI, dalam upaya menurunkan kematian maternal. Simposium Kemajuan Pelayanan Obstetri I. Semarang Penerbit UNDIP 1991., 1-4
d.      Granger K, Pattison N, Vaginal Bleeding In Pregnancy J. Obstetri dan Gynekologi, 1994, 20:14-16
e.       Soejuneos A, Morbiditas Maternal dan Perinatal. Pelatihan Gawat Darurat Perinatal Semarang. Badan Penerbit UNDIP 1991, 1-4


Evaluasi
1.      Jelaskan yang dimaksud dengan pendarahan?
Pendarahan adalah peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah karena pembuluh tersebut mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh benturan fisik, sayatan, atau pecahnya pembuluh darah yang tersumbat.
2.      Apa saja Penyebab perdarahan pada masa kehamilan ?
·         Keguguran yang disengaja dan dilakukan oleh dukun, minum obat / ramuan jamu pengguguran kandungan secara sengaja.
·         Akibat pengguguran kandungan ini sering terjadi perdarahan hebat dan rahim menjadi cacat dan infeksi.
·         Kelainan letak tempat tertanamnya  ari – ari pada tempat yang menutupi jalan lahir ( plasenta previa ). Perdarahan akibat kelainan letak seperti ini tidak dapat lahir normal dan harus melalui operasi caesar. Tidak boleh dilakukan pemijatan kandungan pada dukun.
·         Lepasnya ari – ari sebelum bayi lahir ( solutio plasenta ), Perdarahan ini sanagt berbahaya bagi keselamatan ibu maupun bayi.Pertolongan persalinan dilakukan oleh dokter dan di rumah sakit.
·         Trauma fisik atau  akibat tindakan kekerasan pada daerah perut ibu hamil.
3.      Apa saja Penyebab perdarahan pada masa persalinan ?
·         Proses persalinan yang tidak aman ditolong dukun yang tak terlatih.
·         Usia ibu terlalu muda ( kurang dari 20 tahun ) Ibu yang hamil usia muda kondisi alat kandungan belum siap sehingga  mudah terjadi perdarahan
·         Ibu terlalu tua ( lebih dari 35 tahun ).Kondisi fisik ibu bila tidak terjaga kesehatannya akan beresiko terhadap kemungkinan perdarahan
·         Melahirkan anak dengan jarak terlalu dekat, kurang dari 2 tahun.
·         Terlalu sering melahirkan, misalnya ibu yang melahirkan lebih dari 3 kali
·         Kondisi kesehatan ibu akibat penyakit kronis dan anemia ( kurang darah ) dan gisi yang buruk
·         Gangguan pembekuan darah
·         Gangguan kelemahan kontraksi otot  rahim setelah bayi dan ari – ari lahir, dsb
4.      Bagaimna Merencanaan Kehamilan  Yang Sehat  ?
·         Usia untuk perencanaan kehamilan yang  sehat dan aman antara umur 20 hingga dengan 35 tahun
·         Jarak kehamilan jangan terlalu dekat (  < 2 tahun )
·         Hati – hati pada perencanaan kehamilan ke 3 atau lebih.
·         Persiapan fisik ibu yang sehat gisi cukup, pengobatan penyakit, anemia dll sebelum hamil
·         Beri dukungan mental serta keterlibatan seluruh anggota keluarga
5.      Bagaimana mencegah pendarahan Pada Saat Kehamilan ?
·         Persiapan menabung untuk biaya tak terduga selama kehamilan, misalnya terjadi komplikasi dan perlu tindakan operasi caesar atau  rujukan ke rumah sakit, maka tidak perlu penundaan  waktu karena memikirkan biaya. Bila memiliki fasilitas jaminan keluarga miskin siapkan sebaik baiknya sejak hamil.
·         Persiapan anggota keluarga yang sewaktu – waktu siap untuk donor darah
·         Perencanaan sarana transportasi darurat bila dibutuhkan
·         Pengobatan penyakit yang diderita selama hamil pada dokter
·         Tidak minum  ramuan yang berbahaya bagi ibu hamil, terutama pada kehamilan lewat waktu misalnya rendaman akar  tanaman  atau jamu untuk merangsang proses persalinan agar lebih cepat dan lancar.
·         Sangat tidak dianjurkan pijat pada dukun  selama kehamilan berlangsung. Bila bayi letak sungsang atau melintang jangan dibawa ke dukun untuk diputar atau diubah  posisinya. Tindakan ini sanagt berbahaya.
·         mencari pertolongan tenaga kesehatan bila menemukan  ibu hamil dengan perdarahan atau mengalami  hamil  dengan perdarahan dimanapun berada. Semakin cepat ibu mendapat pertolongan maka keselamatan jiwa ibu akan dapat ditolong.
·         Lakukan pemeriksaan secara teratur ke tenaga kesehatan minimal 4 kali selama kehamilan dan lakukan pemeriksaan USG minimal 1 kali selama masa kehamilan.
·         Kurangi risiko trauma pada ibu hamil — jangan berjalan terlalu jauh tanpa ada yang menemani dan hati-hati jika berjalan di atas permukaan yang licin.
·         Konsumsi makanan yang bergizi, terutama yang banyak mengandung asam folat dalam 3 bulan pertama kehamilan.
·         Ikutilah program Keluarga Berencana sehingga usia ibu pada saat hamil tidak terlalu tua dan jumlah anak serta jarak kehamilan dapat diatur.
·         Jika Anda telah mengetahui diri Anda menderita plasenta previa dan telah dilakukan operasi sesar pada kehamilan sebelumnya, Anda dapat mempelajari prosedurnya dan bersiap untuk proses persalinan.

6.      Sebutkan pencegahan pendarahan Pada saat persalinan ?
·         Melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan baik bidan  atau dokter. Pada masa sekarang ini tenaga kesehatan baik bidan maupun dokter sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Keputusan melahirkanyang aman akan menetukan keselamatan jiwa ibu bersalin.
·         Pendampingan dari suami sebagai orang terdekat yang dapat memberi support  selama persalianan dan pengambil keputusan saat darurat.
·         Persiapan anggota keluarga bila sewaktu – waktu diperlukan untuk donor darah Kebutuhan darah pada ibu hamil tidak dapat diprediksi. Meskipun ibu hamil tampaknya sehat dan baik – baik saja selama kehamilan, kejadian perdarahan tak terduga bisa saja mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu sebaiknya ada anggota keluarga yang sudah disiapkan untuk dapat mendonorkan darah bila sewaktu – waktu diperlukan.
·         Persiapan kesehatan ibu jangan terlalu lelah agar persalinan dapat berlangsung lancar. Seorang ibu hamil, sebaiknya sungguh sungguh mempersiapakan kesehataan fisiknya menjelang saat persalinan.
·         Istirahat yang cukup akan sangat membantu. Pada saat proses persalinan dibutuhkan waktu yang tidak singkat, ada proses demi proses dan tahapan persalinan. Bila seorang ibu kelelahan selama persalinan, kondisi tubuhnya tidak sehat, maka akan mempengaruhi kontraksi dari rahim. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya perdarahan.
·         Segera menyusui bayi setelah bayi lahir, agar membantu kontraksi rahim ( proses mengecilnya kembali rahim ibu secara alami ) hisapan bayi pada puting susu ibu akan merangsang keluarnya hormon  oksitosin yang membantu mencegah terjadinya perdarahan )

4. Sebutkan  hal-Hal Yang Memicu Pendarahan pada wanita hamil
a. Implantasi
Implantasi atau menempelnya embrio pada permukaan endometrium, adalah satu satu pemicu terjadinya pendarahan. Biasanya pendarahan terjadi di awal kehamilan, bisa berupa bercak atau gumpalan darah, terjadi antara 6-10 hari dan tidak terasa sakit. Ini merupakan hal wajar, tetapi beritahukan juga pada dokter Anda saat memeriksakan kehamilan.
f.     Seks
Selama kehamilan suplai darah ke leher rahim meningkat. Setelah Anda melakukan hubungan seks dengan suami biasanya muncul bercak darah, bisa berwarna merah muda, merah tua atau kecoklatan. Tidak perlu menghindari berhubungan seks, Anda hanya harus lebih berhati-hati saat melakukannya. 
g.    Keguguran
Pendarahan juga menjadi salah satu tanda terjadinya keguguran, terutama jika disertai rasa nyeri dan sakit. Pendarahan saat keguguran tidak selalu hebat, bisa berupa gumpalan saja. Biasanya keguguran juga disertai kejang dan kram pada perut.
h.   Infeksi
Pendarahan pada wanita hamil tidak selalu menjadi tanda terjadinya masalah pada kehamilan. Salah satu penyebabnya bisa juga karena infeksi pada vagina yang disebabkan bakteri. Bakteri bisa memicu infeksi dan terjadi pendarahan di bagian serviks.
i.         Masalah plasenta
Pendarahan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan bisa menjadi tanda terjadinya plasenta praevia, yaitu plasenta menutupi serviks serta menutupi jalan lahir. Bisa juga terjadi  placental abruption (keadaan plasenta yang terpisah dari uterus). Jika Anda melakukan pemeriksaan ultrasonografi, posisi plasenta bisa diketahui dan dokter bisa cepat mengambil tindakan.
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar